Himesaki Shuri muncul dalam pesta pora pelecehan seksual yang beringas ini. Ia berperan sebagai guru baru yang datang ke sekolah kumuh untuk magang mengajar. Di gedung sekolah yang penuh kekerasan, ia menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual yang tak beralasan. Ia dipukul dan disiksa dengan jepitan oleh seorang guru perempuan. Ia dilecehkan dan ditinggalkan begitu saja oleh seorang guru senior. Di tengah gema hinaan dan jeritan, ia ditusuk benda asing ke dalam vaginanya, dilumuri air keruh oleh seorang siswi perempuan, diperlakukan seperti anjing oleh wakil kepala sekolah, dan berlumuran sperma seorang siswi laki-laki.