Adik perempuanku datang ke Tokyo dari kampung halaman kami untuk menemuiku. "Apa kabar, kakak? Aku senang sekali bertemu denganmu setelah sekian lama." Bertemu kembali dengan Hitomi, yang telah tumbuh menjadi gadis cantik yang tampak menawan dalam seragam sekolahnya, mengingatkanku pada hubungan terlarang yang pernah kami miliki saat masih hidup sebagai keluarga. Begitu sampai di kamarku, kakak dan adik ini seperti pria dan wanita, dan kami berulang kali melakukan tindakan seksual yang penuh gairah, penuh kasih sayang, intens, dan cabul. "Kumohon, kakak, masuklah ke dalamku!"