Kanako, yang tinggal bersama putri dan menantunya, berusaha sebaik mungkin agar mereka hidup rukun. Namun, ia merasa terganggu dengan perilaku putrinya terhadap menantunya yang semakin kasar. Baru hari ini, ketika menantunya memuji masakan Kanako, putrinya menjadi kesal, menciptakan suasana canggung. Larut malam, Kanako pergi ke dapur dan mendapati menantunya duduk di sana dengan ekspresi tertekan. Ketika ia mendengarkannya, ia menyadari bahwa menantunya lebih mengkhawatirkan sesuatu daripada memasak...