Setelah suaminya yang telah bercerai mengambil hak asuh putranya, Rin, yang diliputi rasa frustrasi dan kesepian karena tidak dapat bertemu dengannya, melakukan hubungan fisik dengan putranya. Tujuh tahun kemudian, suaminya menikah lagi. Di satu hari dalam setahun ketika ia dapat bertemu putranya, ia tak bisa melupakan kehangatan yang dirasakan putranya saat itu. "Jangan lupakan aku..." Rin menciumnya dengan kuat. Ia memijat payudaranya sendiri dan memasukkan penis putranya yang ereksi ke dalam mulutnya. "Kita bukan lagi ayah dan anak, jadi masuklah jauh ke dalamku." Cintanya tak terbendung...