Ah, aku mengundang cewek jalang yang cekatan itu ke tempat persembunyianku lagi hari ini. Begitu dia sampai di kamarku yang pengap, dia langsung mulai memberiku oral seks di pintu masuk. Mulut Rima sangat panas saat menghisapku hingga kering. Dia bilang dia kecanduan aroma ayahku. Udara lembap, ciuman lengket bercampur keringat dan air liur. Aku tak tahan untuk pergi ke tempat tidur, jadi aku mendorongnya dan berulang kali membenamkan spermaku ke dalam vaginanya yang basah kuyup...