"Mungkin aku tidak punya bakat..." Model pemula Aya kesulitan mencari pekerjaan. Kemudian dia bertemu dengan seorang peramal. "Aku akan membimbingmu melewati kegelapanmu dengan cahayaku." Setelah hanya satu kali konsultasi, pekerjaan mulai berdatangan. Saat dia semakin setia kepada peramal itu, batasan bimbingan mulai runtuh. "Bawa chakramu ke dahi dan buat tanda perdamaian." Toilet manusia yang cabul dan ekstatis itu pun lengkap. Dengan air liur yang menetes tak terkendali, dia dipimpin oleh pemimpin sektenya yang mesum...