Rasa malu dan pengendalian diri memperkuat kenikmatan. Seorang wanita yang sudah menikah, bangga namun pemalu, yang bercita-cita untuk tampil kelas atas mengunjungi sebuah salon kecantikan otentik yang pintu masuknya yang megah melakukan diskriminasi di antara para pelanggannya. Salon tersebut menargetkannya, merangsang rasa superioritasnya dengan mengatakan kepadanya, "Kau memiliki kecantikan yang membuat semua orang iri; kau adalah wanita yang layak dipoles dari dalam ke luar," dan menyemprotnya dengan minyak aromatik yang dicampur dengan afrodisiak...