Saat berbicara, ia menunduk dan tak bisa menatap mata lawan bicaranya. Ia cenderung membungkuk. Ia punya kebiasaan merapikan poninya yang menghalangi wajah. Ia polos, pendiam, dan canggung dalam bersosialisasi. Ia bergabung dengan dunia kerja di pertengahan kariernya dan kesulitan menyesuaikan diri, jadi siapa sangka ia akan menjadi begitu berani... Di kamar mandi, ruang ganti, di bawah meja... ia menghindari tatapan rekan kerjanya di mana pun, dan kisah asmara di kantor ini penuh dengan sensasi dan kegembiraan.