Ini adalah kisah seorang ibu yang, setelah suaminya melarikan diri, mulai melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya, menggunakan alasan-alasan aneh untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kehilangan suaminya. "Memberontak terhadap Ibu itu seperti penyakit, jadi haruskah Ibu meresepkannya? Jadilah anak yang baik. Jangan membenci Ibu. Dengarkan saja apa yang Ibu katakan, dan Ibu akan bersamamu, jadi jangan membuat Ibu sedih. Kamu mau pergi ke mana? Ibu tidak akan membiarkanmu pergi. Kamu meninggalkan Ibu..."