Aku seorang perawan yang sering diintimidasi. Kakak tiriku selalu menggodaku dan mengolok-olok keperawananku. Suatu hari, kesabaranku habis! Kakak tiriku menyadari keadaanku dan berkata, "Maaf sudah mengolok-olokmu. Aku akan jadi partner latihanmu..." dan menawarkan untuk meminta maaf dengan seks. "Oke, tentu!" kataku, berusaha keras untuk memasukkannya. Tapi aku tidak puas hanya dengan satu kali ejakulasi! Aku mengejar kakak tiriku saat dia mencoba melarikan diri dan memaksa diriku padanya lagi dan lagi...