Kakak laki-laki itu merasa jijik dan dijauhi oleh adik perempuannya. Adik-adik perempuannya, yang sedang bersenang-senang dengan teman-teman mereka, menggunakan dia sebagai hukuman dalam sebuah permainan. Hukuman pertama tergolong ringan: mereka mengangkat rok mereka dan memperlihatkan celana dalam mereka di depannya. Tetapi seiring meningkatnya kegembiraan mereka, adik-adik perempuan itu membuat hukuman menjadi semakin keras: seks oral... meraba-raba... hubungan seksual... Sang kakak laki-laki hanya menerima tindakan-tindakan ini tanpa memahami maknanya.