Suatu hari, aku menemukan kartu nama di tas pacarku tercinta. Aku menghadapinya dengan ekspresi marah. "Kartu apa ini? Prostitusi? Klub kabaret? Kau punya aku, pacar termuda, tercantik, dan termanis yang pernah ada, dan kau tergila-gila pada seorang gadis yang bekerja di industri seks?" (Mengintimidasi) "Hah? Sebuah...kafe pelayan...?" (Bingung) Untuk menyenangkan hatinya, aku mulai berperan sebagai pelayan. Membersihkan, mencuci pakaian, memasak... pelayananku padanya secara bertahap berubah menjadi tuntutan seksual yang semakin meningkat...