Kasumi, yang telah bekerja di sebuah sekolah menengah pertama di Distrik Setagaya sejak lulus dari universitas, mendapati bahwa menjadi guru jauh lebih sibuk dari yang ia bayangkan, sehingga ia memiliki sedikit kesempatan untuk bertemu orang lain. Rutinitas harian ini secara bertahap menyebabkan stres, dan bagi seorang wanita muda, stres ini secara alami dapat berubah menjadi hasrat seksual yang terpendam. Setelah pindah ke Tokyo untuk melanjutkan pendidikan tinggi, ia mengandalkan beasiswa, tetapi pekerjaan mengajarnya saja tidak cukup untuk melunasinya, sehingga ia kesulitan untuk membayar utangnya...