Kenangan indah berubah menjadi ereksi yang menyedihkan. Aku mencintai Miyu. Dia datang ke rumahku setiap hari. Setiap hari sangat menyenangkan. Kenangan hari-hari itu selalu terpatri dalam hatiku. Tapi kemudian aku mengetahuinya. Saat aku tumbuh dewasa, aku sedang membereskan barang-barang ayahku. Aku menyadari bahwa sebenarnya Miyu-lah yang selama ini dia perhatikan. Tubuhnya yang belum dewasa. Kulitnya yang pucat. Payudaranya. Dinding vaginanya. Segala sesuatu tentang Miyu sedang dilatih untuk sesuai dengan selera ayahku...