Harapan sudah lama sirna. Aku dengan lembut membelai penisnya yang merah dan ereksi. Aku juga mencoba menggunakan ujung jariku, yang dibasahi hingga terasa lembut berkat krim tubuh. Seperti mengganti kopling di mobil baru, gerakan awalnya cepat, tetapi aku melakukan gerakan perlahan, tidak pernah membiarkan ketegangan mereda. Di paruh kedua, perasaan yang kurasakan saat itu dan adegan-adegan yang kupikir kuingat memudar dalam sekejap, seperti permen kapas yang larut dalam air...