Aku tak percaya gadis seperti ini mau melakukan kencan berbayar... Dia begitu mungil dan pucat, dengan kecantikan yang sekilas dan tembus pandang... Aku akan memeluknya erat agar dia tidak menghilang. Oh, Senpai, kau seharusnya tidak menekan penismu padanya seperti itu! Aku menggerakkan pinggulku dan berpindah dari pinggirannya ke mulutnya tanpa bertanya! Maaf... Aku akan membersihkan mulutmu dengan penisku. Kulitnya begitu lembut dan kenyal... Begitu hangat dan lembut... Aku tak akan membiarkan Senpai memilikinya lagi. Aku memeluknya dalam posisi misionaris. Dengan setiap dorongan, dia mencengkeram seprai, berusaha menahan erangannya...