Seiring bertambahnya usia suaminya tercinta, Eri diliputi hasrat seksual yang tak terkendali dan terpendam. Tepat ketika ia mulai merasa mencapai batas dan cemas, suatu hari suaminya, yang tinggal bersamanya, merebut hati dan tubuhnya dengan penisnya yang besar. Ini akan mengakhiri hasratnya yang membara. Sebagai langkah untuk memuaskan hasrat seksualnya, ia berencana untuk mendapatkan penis menantunya yang menjulang tinggi dan seperti mimpi...