Karin menjalani kehidupan pernikahan yang nyaman dengan suaminya yang baik hati dan lembut. Namun, ia punya satu keluhan: tinggal bersama ayah mertuanya yang vulgar dan tidak berperasaan. Ia muak tinggal bersama ayah mertuanya, yang melecehkannya secara seksual setiap hari. Suatu hari, ayah mertuanya mendapati Karin tertidur saat suaminya pergi. Memanfaatkan ketidakhadiran putranya, ia diam-diam menarik celana dalam Karin, melahap alat kelaminnya yang berbau perempuan dan keringat, lalu memasukkan penisnya ke dalamnya...